Sunday, October 16, 2011

Teknologi Informasi dan Komunikasi dan Prospeknya



Berikut ini adalah contoh penggunaan teknologi informasi dan komunikasi  dalam bidang:
1.  Bidang Militer

Kemajuan dalam teknologi komunikasi dan sistem informasi keamanan menjadi fokus dari Konferensi Jaringan Kemampuan NATO 3 Diaktifkan, 28-30 Maret, di Portsmouth, Virginia, AS, dengan hampir 400 peserta. 
Diselenggarakan oleh Transformasi Komando Sekutu, konferensi terakhir kemajuan teknologi yang dibuat di lapangan, dan memungkinkan untuk pertukaran pengalaman dan pandangan pada penggunaan teknologi informasi dalam transformasi militer.
 
"Seperti penonton menegaskan baik minat yang tumbuh di Kemampuan Jaringan NATO Diaktifkan (NEEC) dan kebutuhan untuk seperti komunitas besar untuk mengumpulkan dari waktu ke waktu untuk bertukar ide dan pengalaman,"
 kata Angkatan Udara Belanda Mayor Jenderal van Dam Rudd, asisten kepala staf, Komputer Kontrol bersekutu Command Transformasi Komando dan bagian Intelijen.
Real time informasi
Sebagai bagian dari transformasi yang sedang berlangsung militer, NATO sedang mencari pindah ke "jaringan-sentris" kemampuan, yang - melalui penggunaan state-of-the-art teknologi informasi dan komunikasi - tujuan untuk memberikan para komandan dan pasukan di lapangan nyata waktu gambar dari setiap medan potensial. 
Berbagai lokakarya membahas berbagai isu terkait, termasuk dilema keamanan informasi, di mana kemajuan dalam teknologi komunikasi juga bisa membantu jaringan musuh terorganisir.
 

Keamanan informasi terbukti menjadi "terpanas" masalah yang dibahas dalam konferensi tersebut, tetapi beberapa peserta juga menyuarakan keprihatinan bahwa implementasi teknologi baru bergerak terlalu lambat.
 
Mayor Jenderal van Dam menyimpulkan bahwa,
 "kemajuan signifikan telah dibuat dalam semua masyarakat, dalam NATO, Mitra bangsa dan industri.Saya pasti mengakui bahwa kita masih harus kemajuan dalam identifikasi kebutuhan dan pengembangan konsep. Namun, saya sekarang yakin bahwa kita memiliki dasar yang sangat baik untuk mendukung pelaksanaan NNEC di beberapa daerah. 


2.   Bidang Pendidikan

1. TIK sebagai skill dan kompetensi
·         Penggunaan TIK harus proporsional maksudnya  TIK bisa masuk ke semua lapisan masyarakat tapi sesuainya dengan porsinya masing-masing.
2. TIK sebagai infratruktur pembelajaran
·         Tersedianya bahan ajar dalam format digital
·         The network is the school
·         belajar dimana saja dan kapan saja
3. TIK sebagai sumber bahan belajar
·         Ilmu berkembang dengan cepat
·         Guru-guru hebat tersebar di seluruh penjuru dunia
·         Buku dan bahan ajar diperbaharui secara kontinyu
·         Inovasi memerlukan kerjasama pemikiran
·         Tanpa teknologi, pembelajaran yang up-to-date membutuhkan waktu yang lama
4. TIK sebagai alat bantu dan fasilitas pembelajaran
·         Penyampaian pengetahuan mempertimbangkan konteks dunia nyata
·         Memberikan ilustrasi berbagai fenomena ilmu pengetahuan untuk mempercepat penyerapan bahan ajar
·         Pelajar melakukan eksplorasi terhadap pengetahuannya secara lebih luas dan mandiri
·         Akuisisi pengetahuan berasal dari interaksi mahasiswa dan guru
·         Rasio antara pengajar dan peserta didik sehingga menentukan proses pemberian fasilitas
5. TIK sebagai pendukung manajemen pembelajaran
·         Tiap individu memerlukan dukungan pembelajaran tanpa henti tiap harinya
·         Transaksi dan interaksi interaktif antar stakeholder memerlukan pengelolaan back office yang kuat
·         Kualitas layanan pada pengeekan administrasi ditingkatkan secara bertahap
·         Orang merupakan sumber daya yang bernilai
6. TIK sebagai sistem pendukung keputusan
·         Tiap individu memiliki karakter dan bakat masing-masing dalam pembelajaran
·         Guru meningkatkan kompetensinya pada berbagai bidang ilmu
·    Profil institusi  pendidikan diketahui oleh pemerintah.


     3.Bidang Kesehatan
        
Pelayanan kesehatan berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK) komputer, atau yang biasa disebut sebagai e-Health, tengah mendapat banyak perhatian dunia. Terutama disebabkan oleh janji dan peluang bahwa teknologi mampu meningkatkan kualitas kehidupan manusia. Tulisan ini mencoba mengulas bagaimana sebenarnya e-Health tersebut dan bagaimana implikasi teknologi dalam meningkatkan pelayanan kesehatan. 
Pengertian e-Health sendiri secara luas dapat bermakna bidang pengetahuan baru yang merupakan persilangan dari informasi medis, kesehatan public, dan usaha, berkaitan dengan jasa pelayanan dan informasi kesehatan yang dipertukarkan atau ditingkatkan melalui saluran internet dan teknologi berkaitan dengannya (Gunter Eysenbach, J Med Internet Res 2001; 3(2): e20).
 
Dalam pengertian lebih luas, e-Health dapat diartikan sebagai tidak hanya pengembangan teknologi pelayanan kesehatan, namun juga mencakup pengembangan sikap, perilaku, komitmen, dan tata cara berpikir untuk mengembangkan pelayanan kesehatan dengan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi.
 
Mengapa e-Health perlu dilaksanakan?
 
Di seluruh dunia, terjadi peningkatan biaya pelayanan kesehatan. Banyak orang tidak mendapat kesempatan bagi pelayanan kesehatan yang lebih baik. Catatan kesehatan yang masih mengandalkan dokumen kertas banyak menimbulkan kesalahan dan mengurangi produktivitas layanan.
 
Walau demikian, patut diakui terdapat juga kenaikan pelayanan kesehatan di masyarakat, yang memberikan peluang kehidupan yang lebih baik, namun juga berarti terdapatkan golongan masyarakat manula (manusia usia lanjut) yang lebih besar. Pada umumnya manula juga memerlukan layanan kesehatan yang lebih besar dibandingkan usia produktif.
Bagi pemerintah di tingkat lokal maupun pusat juga mendapat tantangan untuk menanggulangi meningkatkan biaya pelayanan kesehatan, meningkatkan akses dan kualitas pelayanan. Selain itu, mereka juga bertanggungjawab terhadap pemantauan kesehatan umum dan kemungkinan penyebaran penyakit menular tertentu.
Mengembangkan layanan e-Health akan membantu pihak-pihak penyedia layanan kesehatan termasuk pemerintah untuk mencapai hal tersebut di atas. E-Health akan memberikan kesempatan kepada semua pihak untuk melakukan kolaborasi, pengumpulan dan analisa data kesehatan yang melampaui batasan fisik dan waktu.
Sebagai contoh, e-Health dapat diterapkan untuk membantu pemerintah mengembangkan program yang membantu dokter, perawat, dan tenaga kesehatan lainnya saling bertukar infomasi secara elektronik, mengambil data rekam medis pasien kapan dan dimana diperlukan, dan melakukan kolaborasi dengan memberi layanan jasa kesehatan lainnya secara real time melalui internet. Layanan kesehatan seperti ini akan memberikan banyak sekali penghematan dari sisi biaya dokumen dan administrasi layanan dan memberikan keuntungan pemberian keputusan layanan kesehatan yang terbaik kepada pasien dengan lebih cepat.
 
Pada akhirnya, pelayanan jasa kesehatan dengan TIK, atau e-Health memerlukan komitmen dari penyelenggara jasa kesehatan untuk melakukan modernisasi dari perangkat dan infrastruktur yang digunakannya. Dalam tahapan awal, memang hal tersebut akan merupakan investasi dari sisi biaya, namun dalam tahapan berkelanjutan, penerapan e-Health akan memberikan keuntungan dari penghematan biaya-biaya.


     4.  Bidang Perdagangan
  
       Electronic Comerce (E-Commerce) atau perdagangan secara elektronik adalah perdagangan yang dilakukan dengan memanfaatan jaringan telekomunikasi terutama Internet. Internet memungkinkan orang atau organisasi yang berada pada jarak yang jauh dapat saling berkomunikasi dengan biaya yang murah. Hal ini kemudian dimanfaatkan untuk melakukan transaksi perdagangan.
Ada banyak bentuk perdagangan secara elektonik yang dilakukan sekarang , antara lain : Internet Banking, pembelian dan penyedian barang, toko online dan sebagainya. Perdagangan secara elektronik memberikan keuntungan baik kepada perusahan maupun kepada pelanggan (customer).
Keuntungan yang diperoleh perusahan antara lain seperti di bawah ini.
   1) Perdagangan secara elektronik memungkinkan perusahan untuk menjual produknya kepada lebih banyak orang. Dengan kata lain perusahan dapat menjangkau pasar yang lebih luas. Misalnya, perusahan atau toko di Amerika dapat menjual produknya kepada orang di Jepang.
     2) Perusahan tidak perlu membuka banyak cabang-cabang distribusi.
  3) Mengurangi biaya yang dikeluarkan perusahan, karena perusahan tidak perlu menyediakan toko yang besar dan pegawai yang banyak.
    4) Karena biaya yang dikeluarkan perusahan dapat dikurangi,maka harga barang dapat dijual dengan lebih rendah. Akibatnya lebih banyak konsumen yang dapat menjangkau harga barang tersebut. Barang menjadi lebih banyak laku.
     5) Barang yang dijual lebih murah dapat meningkatkan daya saing perusahan.
Sedangkan keuntungkan yang diperoleh konsumen antara lain sebagai berikut.
  1) Konsumen tidak perlu mendatangi toko untuk mendapatkan barang, cukup ke Internet dan memesan barang, barang akan di antar ke rumah.
   2) Pembeli dapat menghemat waktu dan biaya transportasi berbelanja.
   3) Mempunyai lebih banyak pilihan, karena dapat membandingkan semua produk yang ada di Internet.
   4) Dapat membeli barang yang terdapat di negara lain, yang man di dalam negeri mungkin saja tersedia.
   5) Harga barang yang di beli menjadi lebih rendah.
Sekarang ada banyak sekali perusahan yang memanfaatkan perdagangan secara elektronik untuk mendukung usaha mereka. Bahkan beberapa perusahan mengkhususkan diri melakukan perdagangan secara elektronik saja dan tidak melakukan perdagangan secara konvensional (biasa). Di Indonesia, perdagangan secara elektronik juga sudah mulai dilakukan. Beberapa website didirikan khusus sebagai website untuk menjual barang-barang. Beberapa contohnya antara lain: glodokshop.comapotikonline.com dan masih banyak lagi.
E-commerce merupakan suatu set dinamis teknologi, aplikasi, dan proses bisinis yang menghubungkan perusahaan, konsumen dan komunitas melalui transaksi elektronik dan perdagangan barang, pelayanan informasi yang dilakukan secara elektronik”. Di internet, Anda juga bisa melakukan transaksi jual beli barang. Sekarang di internet sudah banyak terdapat toko online. Secara fisik, mereka bukan toko dalam arti sebenarnya. Mereka hanya menyediakan situs web, dan melalui situs web ini Anda bisa memesan barang-barang tertentu pada mereka. Misalnya saja Anda hendak membeli mobil. Anda tinggal mengisi formulir yang disediakan, menuliskan spesifikasi mobil yang hendak Anda beli, lalu tekan tombol buy (beli). Pembayaran dilakukan dengan kartu kredit (melalui internet juga). Beberapa hari kemudian, mobil yang Anda pesan tersebut diantar ke rumah. 

     5.  Bidang Otomotif
       
         Program 3DayCar mengungkapkan sumber prinsip keterlambatan selama proses pemenuhan pesanan dalam industri otomotif sebagai pengolahan informasi tidak manufaktur. Hal ini menunjukkan bahwa teknologi informasi dan komunikasi (TIK) sangat penting dalam membentuk kembali struktur industri terhadap respon pelanggan dan membangun untuk memesan. Ini laporan kertas pada temuan sebuah studi longitudinal selama periode kritis bagi industri di mana perusahaan mengadopsi TIK berbasis web berusaha untuk meningkatkan kerjasama antar-organisasi dan mendapatkan keunggulan kompetitif atas rantai pasokan lainnya. Dalam semua, 75 wawancara di 28 perusahaan memeriksa adopsi dari bisnis-ke-bisnis (B2B) e-procurement dan sistem pasokan oleh produsen kendaraan (VMS) dan pemasok. Bentuk organisasi yang direpresentasikan sebagai peta struktur industri menunjukkan hubungan suplai dan afiliasi perusahaan untuk aplikasi B2B. VMs cenderung mengadopsi jangka pendek harga-driven menggunakan e-hub dan webEDI (elektronik data interchange) dalam upaya mereka untuk pengendalian biaya. Pemasok prihatin melalui mengabaikan jelas untuk otonomi perusahaan, terutama mereka yang telah meluncurkan proyek TIK mereka sendiri. Rekomendasi untuk masa depan dianggap dalam terang apa yang skala besar tersebut menyiratkan upaya untuk desain, penyebaran, dan penggunaan TIK dalam pengaturan industri.




No comments:

Post a Comment

Follow by Email

About


Blogger news